Ketika Cinta Bertasbih 2

Saya sakau nonton di bioskop. Pokoknya hari itu saya mesti nonton, entah film apa. Terakhir nonton Star Trek. Di kota kecil ini tidak begitu banyak pilihan film yang bisa ditonton. Diantara film Indonesia lainnya, pilihan jatuh kepada Ketika Cinta Bertasbih 2 (KCB2). Tadinya gak niat-niat amat buat nonton film ini, karena sudah kecewa dengan KCB1. Berhubung bulan puasa dan katanya film ini masih merupakan film islami (dakwah), dan saya juga pingin tau kelanjutannya tidak ada salahnya KCB2 ditonton. Toh teman nonton saya juga belum pernah tersentuh oleh KCB
KCB2 merupakan lanjutan dari film KCB1 yang tayang lebih dulu pada bulan Juni. Bagaimana orang yang belum nonton KCB1, apakah ketinggalan kalau langsung nonton? Gak juga, karena di awal film ada cuplikan KCB1 layaknya drama bersambung di TV. Cuplikan KCB1 ini lengkap dengan adegan lambaian tangan adiknya Azzam di bandara yang tersohor itu, sampai-sampai mbak-mbak petugas penyobek tiket ngece dengan ikutan melambaikan tangan sambil teriak `mas azzhaaam` dan menutup tirai teater.
KCB2 lebih banyak berseting di Solo, jadi tidak ada lagi tulisan `dijamin asli Mesir`. Berkutat pada kesibukan Azzam setelah lulus kuliah di Kairo, mulai dari mencari kerja sampai mencari jodoh. Yak, di film ini kita menyaksikan seorang pemuda yang putus asa dengan kisah asmaranya. Tekanan dari orang sekitar makin membuat rumit bahkan terkesan aneh. Kebetulan demi keberuntungan tersusun sehingga Azzam dipertemukan dengan orang-orang kaya, berpendidikan tinggi, bergelar sarjana, dan berparas cantik.
Banyak adegan yang membuat saya terpingkal-pingkal karena pemilihan dialog yang amat lebay, ekspresi yang maksa, dan `jualan` yang blak-blakan. Logis dan konsistensi film ini jadi soal lain, yang penting ketawa saja dulu. Pengambilan gambar yang sering bertumpu pada jarak dekat membuat saya sedikit pusing menonton film ini. Tetapi, *IMHO* KCB2 masih lebih baik daripada KCB1.
Spoiler:
- Dude Herlino tampil menjadi teman mengaji Azzam, dan berminat mempersunting adiknya Azzam
- Asmirandah hadir dengan balutan gamis, anggun sekali. sayang cuma sebentar
- Ada adegan ibunya Azzam meninggal karena kecelakaan. Walaupun peran ibunya Azzam ini cerewet dan ngeselin, adegan meninggal membuat seisi teater seperti kehabisan nafas: terdiam.
- Furqon (teman Azzam) negatif terkena HIV.
- Azzam nikah dengan Anna Altifunnisa
Gambar: hermansaksono.com



besok nyobain nonton juga ah gan..
aku pengen…….tapi ntar2 ajah
pengen liat asmirandanya
eeeeeeeeeeeeee…………..
ganjen bgt yeeeeeeeeeeeee!
kayaknya ini film yang jelek…
Afwan, ukhi Alter..
Kenapa tak ada sarjana UGM yang dilamar Azzam ya?
ukhti? hwahahaha,.. *plakeplakeplak*
afwan jugak ukhti tika…
sarjana ITS juga ndak ada yang dilamar lho…sama Azzam…
ITS? gua banget
jadi enak buat ngece2 doank yaa…
nonton ndak yaaa…
nulisnya pake ms word ya le..
eh antok,. malem2 koq masih di kampus FTP sih,. pasti pingin ky Azzam ya
betul! pasti pake ms word. fontnya times new roman…
aku lum liat yang pertama e..
uuhh..
tetep apik ga ya buat ditonton kira2x..
eeeeee……..
mc kg tauuuuuuuuuuuuu ………………?
maka nya nonton” donk”s!
hehehehhehhehhehehehehe !
draft pake office07, padahal sebelum publish udah edit di html.. T_T
dan tampilan di webku koq normal2 aja! Udah ngikut css nya.
ada perbedaan sikap antara penonton di jogja ma lampung gak?

btw boleh aku pasang di FBku yaaaa
*aku males ngeluarin duit buat nyela pilem ini, udah cukup ngetawain bukunya aja*
monggo meth dipasang
bertaubatlah dari menghina-hina film kami, ya akhi! kalo gitu, buatlah film sendiri..
*benerin kippah*
” Tadinya gak niat-niat amat buat nonton film ini,….”
benarkah ini akhi?
apakah jika akhi menontonnya bersama kami, akhir tetap gak terlalu berminat?
jangan berbohong, jangan mendustai diri sendiri akhi!!
*ambil kain merek Pasmirah*
saya jujur dek arsita
ana heran, mengapa islam itu selalu saja jadi bahan hinaan, padahal islam itu menawan,lihatlah film ini, santun,lembut persis anna althafunnisa’. tapi begitulah orang islam sendiri yang coba menghancurkan islam itu sendiri. karya islami selalu dicaci, coba film2 amrik, puji sana -puji sini, padahal nertumpuk kemaksiatan disana. bangga donk dengan karya islami. jangan dihina melulu.
omaigaaaaaaaaaaaaaaaaaaad….. *paling seru emang kalo nonton rame2*
woooogh kirain azzam bakal menikah sama asmirandah
*kecewa*
eh eh si artis sinetron anak duta besar yang demen memberikan french kiss itu kemana le?
cih! komenku di moderasi
ASMIRANDAH!!!!!
@chic
si cewek french kiss sudah curi2 pandang sama si furkon mantan odha … ihii ihiiii
@tikabanget & @chic
hwaa saya gak pernah pake moderasi komentar, ndak tau koq bisa begitu
Gwahhahhahha … gambarnya lucu banget
mantep nie,,.. jd pgen nonton… numpang promosi pcmav om… http://tuxlin.wordpress.com/2009/09/19/download-pcmav-2-1abuild3/
mantab………
http://muktionline.wordpress.com/2009/09/15/ketika-cintrong-bertasbih-bagian-2/
apanyeeeeeeeeeeeeeee…………….
yg manteppppppppppppppppppppppp………………
Film ini hanya setengah kisah Mutia Hatta ( menteri wanita kita itu ) Ia mengalami hal yang amat sulit ketika , bapaknya sebagai wakil Presiden tak sanggup membayar listrik dan air. Itu amat mengerikan sekali.Wakil Presiden yang begitu hebat.Mau hidup sederhana dan jujur di tengah 3 anak putrinya yang biasa di manjakan dengan dunia materialistik. Tetapi Hatta memanjakan anak dengan dunia intelektualitas yang amat tinggi.Ketika krisis itu berlalu.Seorang kiai yang terhormat di Jawa sini, melamar anaknya yang pemalu dan cerdas itu, Mutia Hatta. Maka jadilah Mutia menteri wanita yang hebat di tengah kita :santun , sederhana dan jujur.Kisah yang amat mengharukan jika nanti Mutia mau menulis novel hidupnya secara jujur di tengah krisis Indonesia dari tahun 1945 – 1965 terus berlanjut ke tahun Soeharto , dimana Hatta marah besar padanya karena terlibat petisi 50. Wanita yang cantik dan santun ini, harus membagikan kisahnya – karena sejarah kita tidak terputus oleh pendapat orang politisi saja. Yang membuat rakyat miris dengan pendapat intelektual itu dari literatur yang tak jelas.(menulis demi kepentingan komersil)Kita harus menunggu Mutia menulis sejarah ,krisis, keluarga dan cintanya.Semoga beliau menulis demi sejarah bangsa ini dengan penuh kejujuran.Wassalam, Mukhlis.
saya sudah nonton kcb 1 dan 2…at least, kcb 2 lebih bagus…akting nya pun udah cair, keculai si furqan….pelajaranny:
1. jangan pernah menyerah untuk mendapatkan jodoh..
2. mulailah membangaun wira uasaha..
3. serahkan semua pada Allah
w harus liat kcb 2…………masa semua orang liat w kagga sih………..
Assalamualaikum
kan masternya akting OM Dady Mizwar. tapi terus terang aja aku tak dapat nonton tapi untuk bukunya aku dah baca berkali2 sampai hampir hapal tiap lembarnya. SAranya kapan DUDE HARLINO/ Ustad M Ilyas mau ke RUMAH AKU? TAK TUNGGU……………………….
salam sejahtera untuk semua fans KCB, salam tersepesial bwt KAKANDA DEUDE HARLINO yang akting tak jadi peran utamapun tapi pantang menyerah, bisa di bilang guru MUDA
WAssalamualaikum. wr.wb
bikin spoiler gak kira-kira sampeyan ini hehehe
nonton jg ah
kok asmirandah keluarnya sebentar yaa?
kok tuh fhotonya kebalik sich…
Saya sudah nonton kcb 1, bnyak pelajaran hidup yg saya dapat, intinya benar2 ,MEMBANGUN JIWA. Sekarang lg nunngu NOBAR KCB 2 di Ciamis. Walaupun menurut saudara filmnya jelek dan sederet hinaan lainnya. Saya akan tetap nonton, kerena saya seorang muslim, yang BANGGA DG FILM2 ISLAMI
*joget pisang…*
jangan menghina Islam kalo kamu orang muslim, kecuali kalo kamu islam jadi-jadian!!!! entar masuk neraka loe baru tau rasa….
Setju Rennee,biar mrka pr muslim yg sk m’hina krya islami msk nrka.Tau ga si klian hei org2 yg lbh bngga dg film b’bau mksiat.Byngin aja jk smua org b’iman kwt sprti di kcb ga da org bnuh dri krna cntanya tk smpai,ksian deh.Cnta krna Allah adl cnta yg sht dunia akhrt.
Buat yg belum nonton KCB download aja di sini;
http://www.danril.co.cc/2009/11/ketika-cinta-bertasbih-kcb-1-2009-full.html