Beranda > Intermezzo > Tradisi

Tradisi


Sepertinya sudah menjadi tradisi kita untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara saat lebaran melalui mudik.
Mudik kali ini benar-benar `
mudik` bagi saya. Jalur darat ditempuh dan menyeberang pulaupun dilalui tepat saat puncak arus mudik.
Baru kali ini saya tersadar, jumlah pemudik yg disebutkan oleh media itu sungguh banyak. Dini hari saya terjebak macet di pintu masuk tol
Kanci, subuh terkena getah macet di cikampek selama 4 jam, dan saat ini saya sedang di Merak menunggu antrian masuk kapal, sudah 4 jam saya lalui dan masih blom naik kapal juga.


Kenapa bisa begitu? Penduduk Indonesia ini memang banyak sangat. Setiap tahun pasti mudik. Tetapi infrastruktur penunjang transportasi tidak banyak yang ditambah. Hanya dipoles untuk sekadar perbaikan. Jangankan realisasi jembatan penyeberangan Merak-Bakauheni, kapal RORO (ferry) saja tidak ditambah. Usia kapal-kapal pengangkut tersebut lebih tua dari usia saya.


Jogja-Bandar Lampung yang normalnya ditempuh jalur darat 20jam, mungkin pada mudik 15 tahun yang akan datang menjadi 40jam jika
pemerintah tidak berbenah.  Suka tidak berbenah, mungkin tradisi juga.
Ahh, ini hanyalah keluh saya atas kemacetan mudik selama total 10jam waktu saya terbuang percuma. Semoga tidak menjadi kenyataan.
Selamat mudik untuk semua. Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir & batin.


*Merak, 4 jam untuk menunggu berlabuh,bosan sangat*



Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value. ~Albert Einstein
http://alle.wordpress.com

Posted by email from kapitenpunyapedangpanjang’s posterous

Categories: Intermezzo
  1. 28 September 2008 pukul 8:00 pm | #1

    sabar le,..tuh Sarah nunggu juga di pojok pelabuhan sambil makan kacang rebus..
    sana temenin..

  2. Enade
    28 September 2008 pukul 9:28 pm | #2

    Berapa jam total perjalanan Mas Alle?

  3. 30 September 2008 pukul 2:56 am | #3

    makanya kadang saya males mudik…
    cape di jalan :mrgreen:

  4. 30 September 2008 pukul 5:56 am | #4

    mudik dengan plurking tetep bosen? :P

  5. 30 September 2008 pukul 6:45 pm | #5

    selamat Idul Fitri, Le…mohon maaf lahir batin

  6. 30 September 2008 pukul 11:22 pm | #6

    oleh-oleh!!!

  7. 1 Oktober 2008 pukul 4:17 am | #7

    wah, menurut saya penduduk banyak ga jadi masalah asal penyebarannya merata..

    met lebaran mas Alle..

  8. 1 Oktober 2008 pukul 12:39 pm | #8

    nengbiker [says] met lebaran yaaaa, hati2 baliknya ntar ^^

  9. 2 Oktober 2008 pukul 7:56 am | #9

    met lebaran..ati2 di RajaBasa banyak preman hehee

  10. 4 Oktober 2008 pukul 12:34 am | #10

    taqobalallahu minna wa minkum
    Mohon dimaafkan segala salah. Semoga Allah jadikan kita insan yg jauh lebih baik, lebih mulia, dan lebih berguna bagi sebanyak mungkin manusia. Amin

  11. 4 Oktober 2008 pukul 5:12 pm | #11

    ya gimana mas ya… mudik itu… ya begitu…
    tapi apa kita sudah keluar dari ramadhan dengan benar…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/04/bedakan-teruskan/

  12. 5 Oktober 2008 pukul 7:57 am | #12

    Wah 10 jam menunggu!! bener2 bikin pusing pasti..

  13. 5 Oktober 2008 pukul 10:55 am | #13

    nunggu oleh2nya nich

  14. 6 Oktober 2008 pukul 2:14 am | #14

    udah di jawa lagi bro?

  15. 6 Oktober 2008 pukul 2:15 am | #15

    maaf lahir batin yah…
    semoga tradisi ini memberikan nilai yang dalam terutama dalam ukhuwah :)

  16. 6 Oktober 2008 pukul 2:22 pm | #16

    jadi kamu ngga iklhas mudiknya ?

  17. 6 Oktober 2008 pukul 2:25 pm | #17

    selamat lebaran Le

  18. 6 Oktober 2008 pukul 3:43 pm | #18

    minal aidin walfaidzin..
    mohon disalahkan kesalahan ulan..
    eh di maafkan maksud nya..

  19. 7 Oktober 2008 pukul 9:48 am | #19

    Sudah diserahkan saja sama swasta..Beres urusan

  20. 7 Oktober 2008 pukul 7:10 pm | #20

    hoho,yg penting bisa bawa oleh2 dunk!

    *bersiap2 mengikuti arus balik,neh.

  1. Belum ada trackback.