One Day Temple Trip

Rasanya terlampau jauh untuk menandigi jeng-jeng Pak Sultan keliling candi untuk melihat-lihat arca atau sekedar memantapkan posisinya sebagai Pak Guru Sejarah hihi,.. Tapi saya niatkan Sabtu kemarin untuk Tour de Temple bersama temana-teman. Niatan keliling candi ini atas keprihatinan saya kepada teman saya (dan diri saya sendiri :D ), sudah beberapa tahun tinggal di Jogja namun hanya segelintir candi (atau bahkan tidak sama sekali) yang kami singgahi. Duuuh…

Sehari sebelumnya saya sudah membuat perencanaan perjalanan, candi mana saja yang bakal dijadikan obyek wisata sejarah sekaligus obyek kenarsisan kami. Pilihan jatuh pada candi sekitar daerah Klasan-Prambanan. Dan alhamdulillah semuanya kami singgahi.

Sambisari Temple#1 Dest: Candi Sambisari
Saya pilih sambisari sebagai tujuan pertama karena jaraknya yang paling dekat. Terletak di Jalan Solo KM 10 sebelum AAU. Dita yang bermukim di Maguwoharjo pun terbelalak setengah tidak percaya kalau dekat rumahnya ada candi. “Lha itu Makro keliatan, berarti rumahku deket situ” tunjuknya. Dari gerbang, candi ini hanya terlihat secuil saja sehingga teman-teman saya agak underestimate jangan-jangan obyek yang bakal diliat sebegitu minimnya. Dugaan itu salah. Ternyata bangunan candi memang terkubur dikedalama 6,5 meter. Candi ini dikelilingi pagar dan parit serta didukung oleh 3 buah bangunan candi pendamping. Di dalam bangunan candi utama bercorak Hindu ini terdapat Lingga-Yoni lambang alat kelamin pria dan wanita walaupun tidak sevulgar yang ada di Candi Cèto Tawangmangu.

Candi sari#2 Dest: Candi Sari
Sekitar 4 km arah timur candi sambisari terdapat bangunan eksotis lain yang diyakini sebagai asrama pendeta Buddha pada kompleks Candi Tara. Bangunan candi lumayan tinggi, 17 meter (merujuk pada papan informasi). Kalau dilihat dari luar bangunan terdiri dari dua lantai. Nyatanya ketika masuk ke dalamnya cuma satu lantai. Hal ini dikarenakan bahan dasar yang digunakan padalaintaikedua adalah kayu. Sehingga seiring berjalannya waktu hanya terlihat bangunan satu laintai dengan atap yang menjulang tinggi saja. Bangunan candi terdiri dari tiga bilik yang masing-masing dihubungkan dengan lubang pintu. Di dekat lubang pintu terdapat relung kosong yang diyakini sebagai tempat patung Buddha (lagi-lagi hilang!).

Kalasan#3 Dest: Candi Kalasan
Putar balik kendaraan, ambli jalan lajur kendaraan ke arah Yogya. Tidak jauh dari Candi Sari terdapat bangunan candi lain yang tidak kalah indahnya: Candi Kalasan. Menurut papan informasi (lagi!) candi ini selesai dibangun pada 778 M oleh Rakai Panangkaran dari Wangsa Sanjaya, yang konon juga telah mendirikan bangunan bangunan suci di Thailand, sehingga menjadi candi Budha tertua di Yogya. Maksud pendirian candi sebagai penghargaan atas perkawinan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Selain sebagai hadiah perkawinan, candi ini juga merupakan persembahan bagi Dewi Tara dan biara bagi para pendeta. Tak heran kalau nama sebenarnya candi ini adalah Candi Tara.

#4 Dest: Rumah Dita
Siang semakin panas, perut semakin keroncongan, tenggorokan semakin kering. Waktunya makan. Para traveller wannabe dengan suksesnya menghabiskan jatah makan satu RT.

Plaosan#5 Dest: Candi Plaosan
Kira-kira 1 km arah utara Candi Prambanan terdapat candi perpaduan arsitektur Hindu dan Budha: Candi Plaosan. Nama lain candi ini adalah Candi Kembar, karena terdapat dua kompleks candi yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul yang sama-sama identik baik wujud dan ukurannya. Kami mengunjungi Plaosan Lor yang terlihat lebih utuh dan lebih banyak obyek yang bisa dilihat. Disana kami bertemu dengan banyak anak-anak sekitar candi yang menjadikan candi sebagai taman bermain mereka dan kami menjadikan mereka sebagai mini guide kami hihi… Mereka pergi ke candi dengan sepeda, bermain mulai manjat-manjat candi sampai main bola di halaman candi, yang memang tanahnya lebih keras dan rumputnya juga lebih bagus dari lapangan sepak bola sekolah saya. Andai tanah dan rumput di candi itu ada di kampus saya, yah at least saya akan tidur-tiduran baca buku meniru kebiasaan mahasiswa di amrik atau eropa sana. Entah kenapa saya seperti lupa ingatan setelah mengunjungi candi ini. Udah keburu ilfil dimarahi penjaga candi yang menduga kami kurang sopan mengunjungi candi tanpa izin. Lha wong ada sepasang muda-mudi yang berasik masyuk pacaran di candi dengan sebebas-bebasnya aja ndak dimarahi koq, lha kami yang berniat ingin menambah wawasan sejarah malah dimarahi? Owh crap! Mungkin penjaganya lagi sensi, tapi dengan kesensian itu menjadi saya ilfil dan suudzon ‘Gimana orang demen liatcandi kalau didamprat begini?’

Candi Ijo#6 Dest: Candi Ijo
Kendaraan putar balik ke arah Prambanan, ambil jalur ke arah Wonosari. Sekitar setelah 4km ambil jalan ke kiri dan menuju ke Gumuk Ijo. Crap!! Ternyata jalan meuju lokasi Candi Ijo yang begitu amat tinggi di atas bukit itu menanjak tinggi tanpa ada jalan mendatar. Motor saya sampe ngos-ngosan sampai mengeluarkan keringat bau gosong. Huhuhu…. Tapi semuanya terbayar ketika sampai di candi. Pemandangan begitu eksotis dan sedikit romantis. Hamparan sawah yang menghijau dibatasi oleh bukit-bukit, sungguh sejuk sekali mata ini. Sore itu ada kabut tipis yang menghalangi pandangan kami, seharusnya dari bukit dapat melihat run way bandara Adi Sucipto. OK, kembali kecandi yang udah kami cuekin sesaat. Sebenarnya kompleks candi terdiri dari bebrapa tingkatan sesuai kontur tanah. Kami menuju ke tingkatan (teras) 11 karena bangunan candi lebih banyak yang utuh di sini. Selain bangunan utama candi yang di dalamnya terdapat Lingga-Yoni, juga terdapat candi pendamping yang dibangun untuk persembahan bagi Dewa Siwa, Brahma, dan Wisnu (trimurti).

#7 Dest: Istana Ratu Boko
Istana Ratu Boko sudah banyak dikenal akan keindahannya, dan mungkin karena tiket masuknya yang mahal dikelola dengan baik. Di kompleks ini terdapat berbagai fasilitas, mulai dari mushala, masjid, restoran yang menghadap candi Prambanan, toilet, kantor pusat informasi, taman, pusat souvenir, dan aneka fasilitas lainnya. Tersedia juga aneka paket wisata. Kami pun menuju ke arah timur temapat istana berada. Again! Naik tangga! Tapi alhamdulillah tidak begitu banyak anak tangga yang harus dilalui. Kami disambut gapura 3 pintu. Setelah itu terdapat gapura kedua dengan 5 pintu. Keluar dari gapura terdapat papan penunjuk arah yang menandakan lokasi-lokasi penting di kompleks istana. Terdapat pendopo, kiara pandang, keputren dan candi pembakaran (untuk persembahan). Mataharipun kian menghilang, tapi kemerahan yang ditunggu tak kunjung nyata. Salah waktu sepertinya untuk mengunjungi Istana Ratu Boko di musim hujan. Sayang sekaliii,.. mungkin lain kali kami akan kembali.

#8 Dest: Rumah Dita
Sudah malam, waktunya makan. Makan gratis di rumah Dita episode 2. Haha,.. tanpa membutuhkan waktu lama (kembali) kami lengan sigap melahap semua hidangan. Acara berikutnya carmuk kepada camer. Pingpong Battle. Hehehe…

Sekitar jam 8 saya pamit, mau kopdar sama Bu Evy haha..

10 Tanggapan ke “One Day Temple Trip”


  1. 1 kw 18 Februari 2008 pukul 10:17 pm

    wah wah wah… suka jeng jeng candi dan kuliner. aku juga suka makan (gratis). :)

  2. 2 alle 19 Februari 2008 pukul 12:05 am

    #kw
    wah klo yang gratis2an saya mau banget haha..

  3. 3 Amel 19 Februari 2008 pukul 12:29 am

    Le, mn foto istana ratu bokonya?? :D

  4. 4 paris 19 Februari 2008 pukul 8:15 am

    ngomong2 soal gratisan , kemaren kayaknya ada yg ngebet banget pengen cepet balik waktu d candi boko … sp ya ???, katanya sie gara2 pengen ikut kopdar d hotel apa gitu …

  5. 5 hermansaksono 19 Februari 2008 pukul 10:35 am

    Padahal di Bu Evy juga makan lagi ya?

  6. 8 yanworks 19 Februari 2008 pukul 7:05 pm

    ho oh, kasihan dita, 2 kali menghidupi blogger2 ganas tukang numpang makan ditempat orang, untung aku cuma ikutan sekali aja. hehehe.

  7. 9 aldi 21 Februari 2008 pukul 9:09 am

    destination paling menyenangkan yah pas di rumah dita itulah…

    makan sepuasnya…:D

    si budi tuh….masih muat euy….masih muat…

    ngakak :D

  8. 10 miftahul manan 16 Februari 2009 pukul 9:06 pm

    kita rawat sebaik-baiknya cagarbudaya dan kita kestarikan dikancah internasional……………… dari mifatah UIN sunan kalijaga yogyakarta


Tinggalkan Balasan




Prakata

hanya sekedar tumpukan kertas buram lainnya,.. welcome!

Arsip Tulisan

Tweeter

  • Gejala pilek mulai menyerang.. Oleh2 virus dari orang bandung. Sial! 13 hours ago
  • Siang2 malah karaoke bareng AK chapter Jogja :-)) 20 hours ago
  • Crap! giliran udah nyiapin token pin, harga tiket malah naek hari ini. Nyesel gak booking dari kemaren2 :( 1 day ago
  • Listening Broery Pesulima ~ Angin Malam 3 days ago
  • keren mana, Aviliani atau Pratikno? :-)) 3 days ago

Unjuk Gigi