Kenangan Alor NTT

Alor from WikiSudah tiga bulan saya meninggalkan Alor – NTT (bukan alornya Malay!!) dan kembali ke Jogja. Tadinya setelah saya kembali ke Jogja saya akan menulis semua eksplorasi saya selama di sana. Saya putuskan untuk menundanya. Mengetes kalau saya masih ingat semua tentang Alor. Ternyata memang kenangan Alor memang sulit dilupakan. Dan berikut sedikit cerita selama eksplorasi saya di Kabupaten Alor (pulau Alor, pulau Pantar dan beberapa pulau kecil seperti Ternate).

Alor, merupakan sebuah kabupaten paling timur di provinsi NTT. Untuk mencapainya dapat ditempuh melalui laut yakni menggunakan Kapal Sirimau yang mengelilingi Nusa Tenggara dan Ambon dari Jakarta, atau dapat menggunakan pesawat udara. Saya memilih jalur udara karena saat menuju Alor cuaca tidak memungkinkan untuk menggunakan kapal laut. Untuk landing di Bandara Mali Alor melalui Bandara El Tari Kupang dapat menggunakan pesawat jenis baling-baling ATR-42 dari maskapai TriganaAir 5x seminggu dengan tarif sekitar 400rb.

ATR-42

Ibukota Kabupaten Alor adalah Kalabahi. Pemilihan Kalabahi menjadi ibu kota karena daerah Kalabahi lebih luas datarannya daripada daerah lainnya. Dulu ibu kota Alor pada jaman belanda adalah Alor Kecil. Letaknya di dataran paling barat pulau Alor. Dulu di sana dijadikan pelabuhan, pusat ekonomi dan pusat pemerintahan. Tidak heran jika di daerah tersebut tersisa peninggalan-peninggalan seperti: Pantai Makassar, Kampung Bajo atau Tionghoa asli Alor.

Keadaan Alam
Kabupaten Alor berbentuk kepulauan. Dataran umumnya didominasi oleh bukit-bukit batu kapur. Bayangkan saja lepas dari pantai disambut dataran berjarak beberapa meter lalu disambut bukit yang menjulang. Tidak jauh berbeda dengan tanah Timor, pulau-pulau di Alor umumnya memiliki jenis tanah keras sedikit liat dan berwarna kemerahan, selain batu kapur tentunya. Ada sedikit joke dari warga asli Alor “Tuhan itu menciptakan Alor mungkin dari sisa-sisa tanah di dunia. Lihatlah, misalnya, Jawa yang subur dan Papua yang rimbun. Ketika menciptakan Alor, tanah tersebut sudah habis. Jadilah begini” Sedih juga,.. Gersang? Yah begitulah tetapi masih lebih baik daripada Timor. Udaranyapun lebih lembab. Parahnya musim hujan di Alor hanya dalam (maksimal) tiga bulan. Sehingga untuk bercocok tanam kurang berhasil. Hasil pertanian dan kebun utama dari Alor adalah Kenari, Kayu Putih, Asam Jawa, Cengkeh, Kemiri, dan Vanili. Itulah sebabnya Alor mendapat julukan Alor Nusa Kenari. Herannya, meskipun kemiri menjadi andalan Alor, tapi masyarakatnya jarang menggunakan bumbu masak ini sehari-hari.

Jangan harap dapat menemukan sayur dan buah yang melimpah. Selama saya di sana sayuran paling nikmat adalah sawi hijau (caisim)! Selin itu saya (terpaksa) makan daun pepaya, singkong dan si pahit daun kelor! Alamak! Bagaimana dengan sayuran yang lain seperti wortel, buncis, kacang polong, kentang dll? Yah ada tetapi sulit didapat dan harganya pun mahal.

Pun ketika saya berada di kecamatan tertinggi di atas permukaan laut Alor, yaitu kecamatan Alor Selatan, saya pikir saya akan menemukan begitu lebatnya hutan di sana. Begitu suburnya sayuran dan buah-buahan yang tumbuh. Ternyata tidak demikian. Lagi-lagi masalah tanah yang tidak cocok. Adapun perikanan air tawar juga tidak bisa dilakukan di semua wilayah dikarenakan air yang begitu sulit didapat. Jangankan untuk membuat kolam ikan, untuk mandipun di musim kemarau tidak dilakukan oleh penduduk. Sayapun membiasakan diri dengan mandi pakai tisu basah.

Dan beruntunglah desa-desa yang berada di pinggir pantai karena umumnya lebih gampang mendapatkan air bersih. Seperti di Kecamatan Alor Barat Daya, pantai yang didominasi oleh batu kali di pinggir pantainya ternyata berguna sebagai penyuling alami air laut. Dalam keadaaan darurat kehabisan air tawar, jarak dua meter saja dari bibir pantai kita bisa menggali bebatuan dan menemukan air tawar dari hasil aliran air laut. Dan sudah tawar tentunya. Subhanallah!

Transportasi Alor
Sebelum ke Alor, saya sempat diberitahu kalau mau bepergian ke Alor menggunakan panzer. Saya pikir panzer yang dimaksud adalah kendaraan tank perang dari TNI. Nyatanya yang dimaksud dengan panzer adalah kendaraan off road seperti Hard Top, yang bagian belakangnya dibongkar sehingga menyerupai bak. Kendaraan yang seyogyanya menampung 4-7 penumpang ini secara de facto mengangkut 23 orang yang dijejali di bagian belakang mobil dengan kondisi berdiri atau bergelantungan! Belum lagi ditambah oleh barang-barang yang memenuhi kap mobil dan bagian penumpang. Ini sungguh terjadi pada saya. Pengalaman super-duper-extreme menjelajah pegunungan.

panzerSaya bersama rombongan berjumlah 10 orang ditambah 5 personel TNI dan beberapa penumpang lain beserta hewan piaraannya sama-sama dijebloskan ke dalam tempat yang sempit berukuran sekitar 1.5×2m, Edan! Janji sopir panzer yang mengatakan cuma mengangkut 15 orang saja ternyata dusta. Tidak ada pilihan lain karena angkutan umum paling biadab ini terbatas dan tidak ada penggantinya dengan angkutan lain. Praktis mobilitas masyarakat sangat terbatas. Perekonomian juga kurang bergairah. Hasil bumi sulit dipasarkan ke kota. Barang dagang yang masuk ke desa-desa harganya menjulang tinggi.

Anugrah Alloh Untuk Alor
Meskipun keadaan alam yang berbukit-bukit, sampai-sampai untuk menuju ke suatu kecamatan dari kecamatan lain dibutuhan waktu tempuh sampai 7 jam, Alor memiliki keindahan alam yaitu laut! Dengan wilayah laut yang lebih banyak daripada daratan memiliki keuntungan tersendiri. Misalnya harga ikan sangat murah! :D Pernah teman membeli ikan segar dari hasil tangkapan nelayan. Karena sistem jual-beli di sini tidak menggunakan istilah ‘kiloan‘ dan mengenal istilah ‘tumpukan‘ maka teman berniat membeli ikan kembung dengan menggunakan istilah ‘nominal uang’ biar gak ribet. Kaget setengah mati, dengan uang 10rb dapet ikan kembung satu baskom besar, bisa untuk makan 15 orang selama dua hari, dengan sekali jadwal makan bisa ngembat 5-10 ekor ikan per orang. Itung aja sendiri berapa banyaknya!

beach

Selain bisa pesta makan ikan setiap saat, dengan laut yang indah bisa memberikan kegiatan-kegiatan yang lebih banyak maanfaatnya daripada mudharatnya hehehe… Misalnya bengong menatap sunset sambil berdecak kagum atas keindahan yang diberikan Alloh. Olahraga air seperti renang dan dayun pun jadi aktivitas rutin di pagi hari. Selain itu di Alor terdapat beberapa spot yang bagus untuk diving dan snorkelling seperti Pantai Makassar dan Pulau Keppa. Sayangnya selama disana saya gak kesampaian untuk melakukan olahraga itu karena padatnya acara, kemahalan harganya, sampai pas benar-benar niat mau diving malah gak diladeni petugas karena bule-bule oztrali sedang berkunjung ke Alor dalam rangka Sail Indonesia 2007.

Kurangnya Kreatifitas
Kira-kira seminggu sebelum meninggalkan Alor untuk melanjutkan perjalanan ke Kupang, di Alor terdapat hajatan besar untuk menyambut tamu-tamu dari Oz itu dengan tajuk Alor Expo. Sempat ragu karena daerah kecil itu apa bisa membuat hajatan besar selevel internasional? Ternyata yah memang sedikit dipaksakan.

pakaian adat alorMenginjakkan kaki di Kalabahi melalui pelabuhannya mungkin sudah sedikit terjawab. Dermaga yang kecil, kurang fasilitas dan sedikit kumuh jadi ucapan selamat datang buat bule2 Oz. Rangkaian acara Alor Expo yang menampilkan kreatifitas warga juga maksa banget. Tahun ini Alor Expo mengambil tema tentang bambu. Bambu dengan kualitas baik ternyata tidak mudah dijumpai di semua penjuru Alor. Hanya kecamatan Alor Selatan saja yang melimpah akan bambu. Nah tiap kecamatan dipaksa untuk menampilkan kreatifitasnya dari bambu untuk di pamerkan di stan per kecamatan, selain kreatifitas atau hasil unggulan kecamatan seperti kain tenun atau makanan olahan. Bayangkan saja frame poto tidak layak jual yang terbuat dari bambu furnish seadanya dijual setara dengan sebuah selendang tenun dengan kualitas “bagus banget” yaitu 100rb aja!

Kurangnya pengetahuan kerajianan tangan. Kurangnya pembinaan masyarakat. Begitulah mungkin penyebabnya. Dan ternyata di kabupaten ini tidak terdapat gallery atau koperasi pengrajin. Dulu setelah gempa 2004 di Alor, Ibu Any Yudhoyono pernah merintis sebuah koperasi pengrajin kain tenun. Tetapi saat ini tidak berkembang. Entah mengapa. Padahal kualitas tenun sudah cukup baik.
Sosial dan Budaya
Orang Alor semuanya baik-baik meskipun bertampang sangar-sangar, gak cewek maupun cowok. Murah senyum dan polos! Dominasi penduduk beragama Kristen. Katholik dan Islam merupakan agama kedua terbanyak yang dianut di Alor. Tetapi hidup meskipun berbeda agama dapat hidup berdampingan dengan rukun. Bisa demikian karena mereka menganggap satu rumpun. Apalagi pada saat jaman PKI, orang Alor banyak yang belum beragama, dan karena takutnya operasi PKI, maka banyak yang memilih agama masing-masing. Ada yang memilih Kristen, Khatolik dan Islam. Satu keluarga bisa berbeda-beda keyakinan. Tetapi hebatnya sekali lagi hidup dengan rukun, berbeda dengan daerah-daerah lainnya di NTT yang terkadang rusuh karena dipucu oleh masalah agama.

Saking rukunnya toleransi antar umat beragama sesuai Pancasila dapat ditemukan disini. Misalnya saat pembangunan masjid, yang ikut bergotong royong tidak hanya muslim tetapi nasrani pun ikut membantu. Begitu juga misalnya ada slametan di gereja, muslimpun diundang. Perayaan lebaran, yang jadi tukang masak biasanya para tetangga nasrani. Sebaliknya demikian untuk perayaan natal. heran kan? Terlalu bertoleransi yah?
Mungkin benar! Tapi lagi-lagi saya terherman-herman saat adanya pesta syukuran kecamatan. Orang Alor memang doyan pesta. Begitu juga ketika saya mau meninggalkan kecamatan Alor Selatan untuk eksplorasi ke kecamatan berikutnya, maka si Ibu Camat memutuskan untuk bikin pesta. Karena di kecamatan itu didominasi nasrani maka santapan utama adalah babi! Alhamdulillah mereka mengerti kalau babi diharamkan bagi saya. Mereka tahu, karena mereka belajar dari muslim. Untuk menghormati saya dan teman-teman muslim lain maka mereka menyerahkan 3 ekor ayam untuk dimasak. Masih hidup?? Yah masih, karena mereka tahu untuk menyembelih dibutuhkan ucapan pengantar kematian bagia ayam ‘bismillahirrohmanirrohiim‘ dan mesti menghadap kiblat. Mereka pun tahu kalau memasak babi tidak boleh dalam satu wajan. Maka proses memasak ayampun terpisah. Bagaimana dengan peralatan dan penyajiannya? Yang ingin menyantap babi ternyata diberikan ruangan tersendiri. Piringpun dari rotan beralaskan kertas plastik. Sehingga najispun tidak menodai piring.

ksatria perang

Selama disana juga saya mempelajari adab, kebiasaan orang Alor. Untuk masalah makan, biasanya hanya terjadi dua kali sehari: siang dan malam. Pagi hari tidak ada makan pagi, cuma minum teh/kopi dan makan camilan. Makanpun harus bersama-sama setelah semua siap. Nambah beberapa piring justru dianjurkan, karena semakin banyak kita makan si koki semakin senang. Tidak boleh meletakkan piring ke meja dari pangkuan selama masih ada yang makan, karena dianggap tidak menghormati napsu orang yang sedang makan, jadi mesti disiasati lama mengunyah makanan. Untuk minum biasanya setelah semua meletakkan piring kita boleh meneguk air.

Satu hal yang menarik,.. selama saya di Alor saya merasa Bahasa Indonesia sungguh-sungguh benar-benar diterapkan sebagai bahasa persatuan. Dengan bahasa daerah yang mencapai lebih dari 15 jenis, sampai-sampai satu desa bisa memiliki 3 bahasa daerah yang sangat amat jauh berbeda diantaranya, praktis dibutuhkan suatu bahasa agar dapat saling berkomunikasi. Yah itulah bahasa Indonesia! Semua bisa berbahasa Indonesia. Tidak tua maupun muda, yang sekolah ataupun tidak pernah sekolah. Bandingkan ketika kita berkunjung ke tanah Jawa (tengah dan timur), orang-orang tua kebanyakan tidak bisa berbahasa Indonesia. Pergi kemana-mana bahasa sehari-hari menggunakan bahasa Jawa.

MokoAda juga tradisi yang rada nyeleneh. Yaitu tradisi pemberian mahar kepada calon mempelai wanita. Kalau di beberapa daerah di NTT lainnya, mahar berupa babi hutan. Kalau di Alor mahar adalah Moko. Moko merupakan nekara perunggu berbentuk menyerupai tabung gendang, yang diseluruh permukaannya terdapat relief ukiran zaman prasejarah. Masyarakat percaya kalau moko didapat secara gaib, yaitu muncul kepermukaan dari tanah terpendam. Dulu digunakan oleh prajurit dalam berperang, yaitu ditabuh sebagai penyemangat perang. Seiring waktu Moko dijadikan sebagai mahar. Kalau diuangkan sebuah Moko yang cuma segitu kecilnya dan tidak begitu banyak manfaatnya malah bernilai jutaan, 5jt tepatnya! Gimana kalau keluarga mempelai pria gak punya Moko? Yah mesti pinjam dari tetua yang punya karena untuk mendapatkan Moko itu tidak mudah. Istilah pinjam disini bukan gratis, tetap saja bayar jutaan. Ada juga sih yang imitasian, bisa terbuat dari bambu, kayu, maupun perunggu juga tapi kualitasnya tidak sebagus dari jaman peninggalan. Seiring waktu juga mahar menggunakan Moko sudah agak jarang digunakan, terlebih bagi keluarga muslim. Biasanya yah digantikan dengan mahar uang ataupun seperangkat alat shalat. Bagimanapun juga ini adalah budaya kita. Budaya Indonesia!

Unik,.. begitulah keanekaragaman budaya kita. Saya bersyukur bisa berjelajah ke Alor. Menambah pengetahuan dan kecintaan saya kepada Indonesia. Foto-foto yang menarik bisa dilihat di flickr saya.

65 Tanggapan ke “Kenangan Alor NTT”


  1. 1 caplang™ 17 Nopember 2007 pukul 1:28 am

    jalan daratnya gimana, bro?

  2. 2 zam 17 Nopember 2007 pukul 4:54 pm

    wah.. NTT!! one of my wishes destinations..

    kapan saya bisa ke sana, ya?

  3. 3 antobilang 18 Nopember 2007 pukul 1:06 am

    Alle, belum ada cewek sana yang minta kamu tanggung jawab kan?
    :lol: artinya aman kalo gitu …

  4. 4 annots 18 Nopember 2007 pukul 10:19 am

    hmmm, ternyata Alle ini brosur berjalan, buat promosi daerah! *digampar alle*
    Eh, ada tiket kesana ga?

  5. 5 almascatie 18 Nopember 2007 pukul 2:24 pm

    kok ga mampir ke tempat sayah??
    *nagih*

  6. 6 qzink666 18 Nopember 2007 pukul 3:25 pm

    Pengen kesanaaah… :D
    *Masukin Alor, NTT ke draft kunjungan*

  7. 8 nieznaniez 18 Nopember 2007 pukul 9:48 pm

    yang naik sampan itu kayanya seru banget…

    hmm, Alor ya ?? klo daerah itu di jawa mungkin udah ada daerah pasangannya namanya Akidul. ihihhiii…

  8. 9 peyek 18 Nopember 2007 pukul 11:21 pm

    ah … indah juga kok mas, meskipun kata sampean gersang
    dari skrinsut itu bikin ngiri

  9. 11 PeTeeR 19 Nopember 2007 pukul 8:54 am

    wah… abis dari alor toh? tempat saya bersebelahan sama alor loh……..

    @Zam : mo ke NTT? kapan? ayo berangkat…………………

    gimana klo bikin acara touring blogger jogja? tujuan : NTT.

  10. 12 [H]Yudee 19 Nopember 2007 pukul 11:53 am

    wasik bener neh kotanya ….. jadi pengen mo hunting disono neh …. kapaan yaaa ????

  11. 13 amaliasolicha 19 Nopember 2007 pukul 2:45 pm

    cerita yg keyeen..ingatanmu kuat jg ya Le..

    kpn ya bs mampir kesana? :D

  12. 14 aLe 20 Nopember 2007 pukul 7:18 am

    wow, kapan ya bs maen kesana :D

  13. 15 Kurt 20 Nopember 2007 pukul 9:19 am

    Liat footnya belakangan sekarang mau koment dulu setelah baca… pengalamn yang menarik sekali. Cuma saya lihat2 kok gak ada tulisan tentang wanita2 di sana yaa.. padahal itu juga yang menarik kan .. apa sengaja tidak dipublish hehehe :)

  14. 16 escoret 21 Nopember 2007 pukul 5:00 pm

    saya pernah beli barang tribal dari sana…beHHHH..mahal2…tapi emang bagus2 kok..!!!

  15. 17 nico 23 Nopember 2007 pukul 4:16 pm

    toleransinya tinggi ya…

  16. 18 alle 23 Nopember 2007 pukul 8:03 pm

    [sekalian nanggepinnya,.. maklum lagi pakir benwit :P ]

    @caplang
    darat? mana bisa,.. liat petanya donk :D
    tapi jgn khawatir,.. selama disana masih bisa touring koq,.. menjelajahi gunung2 hehehe…

    @zam
    saya juga,.. kapan bisa kesana lagi yah!
    to mantan bos,.. kirim saya ke sana lagi donk!

    @anto
    iyah,. santai aja..
    soale jrg yg tau internetan

    @annots
    cuma doyan mendokumentasikan sesuatu aja koq,..
    tiket kesana mahal,.. nyari sponsor ajah

    @almas
    lha kamu dimana?
    di ambon ato aceh? ato malah sekarang di Alor? :D

    @qzink&syafriadi
    wajib!
    pa lagi buat olahraga aer

    @niez
    garing lu! hehehe…

    @peyek
    asli panasnya menyengat,.. tapi koq saya demen yah berlama2 terbakar matahari demi naek sampan ato sekedar berenang

    @tante
    yah pasti seru lah,..
    bisa buat maen2 sampan ato berenang,.. masih jernih. Tapi jarang yg berpasir putih, rata2 berbatu kali

    @PeTeeR
    lho mas,.. kamu tuh aslinya mana tho? Lembata? Sikka? ato ende? klo ende saya mau banget tuh ke sana hehehe…

    @[H]Yudee
    sayangnya saya ke sana bermodal camdig katrok yg baterenya pun kadang soak, jadinya gak begitu banyak dapet yg bagus2 buat jepret2

    @amel
    kapan2 mel,.. sapa tau kan kamu klo dah lulus jadi PNS disana hehehe…

    @aLe
    kapan-kapan,.. :D

    @Kurt
    klo kata org2 security internet,.. kehidupan pribadi yg bisa mengakibatkan sesuatu yg buruk di kemudian hari lebih baik jgn di-share hehehe…

    @mas-pepeng
    herannya benda2 peninggalan leluhur mereka jual demi kebutuhan sehari2 yg emang udah sulit,.. makan aja sulit,.. dapet aer bersih aja sulit,.. jadinya yah semua dijual

    @nico
    mereka mengamalkan Pancasila dg sepenuh hati :P

  17. 19 morishige 28 Nopember 2007 pukul 3:09 pm

    selama perjalanan ke alor, habis berapa duit, le?

  18. 20 paris 3 Desember 2007 pukul 9:30 am

    yupzzzz… emang kita bisa berbangga menjadi orang indonesia

    weeeewww, keren2 …

    kpan2 kita [anak2 eks.2007] ke pantai yu’…

  19. 21 jery 12 Desember 2007 pukul 12:26 pm

    meskipun Alor itu mungkin dari sisa-sisa tanah di dunia tapi, keindahan alam bawah lautnya be…. mungkin masuk DPO tingkat tinggi alias Daftar Penyelaman Orang asing tingkat tinggi, kamu sich g’ liat “bawahnya” pasti kesengsem. Alor Boys

  20. 22 shewa 17 Desember 2007 pukul 12:55 pm

    woe majukan wisata alor awas hutan kita harus dijaga juga hewan-hewan langkanya,,,.. suatu waktu kalau gue pulang pasti gue mau ketumuin teman lama gue ok coz

  21. 23 adi 26 Desember 2007 pukul 11:30 am

    gw dalam waktu dekat akan ke alor, kira2 apa yg harus dipersiapkan terutama perubahan cuaca..

  22. 24 elgan 4 Januari 2008 pukul 12:15 pm

    asyk bner?? thanks yooo dah mo bilang yang bagus2 ttng alor..

  23. 25 Akira_Uchiha 4 Januari 2008 pukul 4:18 pm

    wah……kayaknya di alor gak se-seram yang gue bayangkan. coz loe tau gak lle! gue kedapetan penempatan kerja di pulau itu, sebagai pengamat Gempa Bumi, saat ini gue belum berangkat sih. yang gue khawatirin masalah ibadah, apa komunitas muslim di sana cukup banyak ? dan mungkin gue bakalan tahunan domisili disana. menurut loe di alor merupakan living place yang nge-betahin gak untuk orang Jakarta kayak gue yamg mungkin udah terlalu sering dimanjain dengan fasilitas ala metropolis ? plizzz e-mail gue! or answer my question coz right now I am in rush condition. thanks before and after

  24. 26 elgan 20 Januari 2008 pukul 6:47 pm

    ALOR THE BEST….. (’_')

  25. 27 Selvi stephani Gabriel - Mabilaka 28 Februari 2008 pukul 6:27 pm

    Alor memang sangat indah dan orangnya juga sangat ramah-ramah. Saya bangga karena di Indonesia banyak tempat-tempat indah seperti daerah Alor ini. Saya juga sering berkunjung ke daerah ini. Saya mengharapkan agar Alor dapat maju di tahun yang mendatang. ” Taramiti Tominuku “

  26. 28 Selvi stephani Gabriel - Mabilaka 28 Februari 2008 pukul 6:47 pm

    sUmpaH keRen bgt daeRah aLoR …
    gue aja udah bolak-balik ke daerah sana,
    coZ nyoKap guE ketuRunan sana …
    dUnia bawah Laut nya, ga kaLah sama dUtcH Land ..
    gue siH saLam aja buat oRang” yang ada di puLau pantaR, maiwaL, buKapiting, MoRu, nd sMua daerah yang bLoM ksebut …
    Pokok na w ga nyesel deh kesana …
    Cuma, berangkat kesana kluw naiK Sirimau bisa dipercepat ga ??? Masa gue harus dikapal sLama 5 hari sih . udaH maboK duluan gue . kLu naik pesawat, di aLor bikinin bandara sendiri dong, yang kecil aja juga ga pha”. masa kluw naik pesawat gue harus turun di Kupang dulu sih baru nyebrang lagi ke sana. Tapi ayo dong, smua naq” muda yang ada di RRI kesana aja ..
    dijamiin ga nyesel …
    Oh iya, gue titp salam dong buat Pak Ir. Ans Takalapeta & Bu Dina Takalapeta …
    ” good LucK “

  27. 29 shewa 6 Maret 2008 pukul 3:09 pm

    hey sahabat muda alor kalau loe punya acara yang keren abisss dari alor kirim aaja ke email gue… pasti deh gue muatin nanti di majalah KINGDOM, n’ jangan lupa baca majalah KIngdom sudah ada kok di KUpang. gue lagi cari agen untuk pulau alor… neh salam buat teman2 smp Jibarael angkatan 1993-1994 dan SMAN kalabahi 1997, gue kangen kalian semua juga teman SD gue angkatan…1991 kapan kita reuni neh… salam buat Aris Cung, Daud Maiateng and Donny Mooy Sukses buat kalian semua. GBU

  28. 30 Friend 11 Maret 2008 pukul 5:34 pm

    Hue… aku mau juga ke alor, siapa kira” yang mau bayarin ya..
    sekarang udah di ujung Inodnesia, di tanah rencong ni. kapan ya bisa ke alor ato ke pulau papua, laut dibawah kepala pulau papua itu banyak ikannya. Tertarik pengin mancing ikan 50 KG je…
    Bangga deh punya alam Indonesia, aku cinta kalo yang ini. kalo govermentnya…..Oh, amburadul..kayaknya emang ga bisa maju neh negara ini.

  29. 31 och4 13 Maret 2008 pukul 4:20 pm

    Wah untung g pake Sirimau, coz 5 hari nyampenya. parah banget ituh kapal. Aihh senang nya udah nyampe ke Alor, aquw pengen travelling keliling indonesia, cmn lagi kumpul duitnya dulu. Eh…katanya emang orang Alor itu sangar2 n bahkan ilmu2nya serem yah??? cuman mau tahu ajah. soale byk temen cerita kayak gitu, di ibukota NTT (kupang) aja katanya yg paling sangar di kupang anak2 Kampar (kampung alor)

  30. 32 ennie 19 Maret 2008 pukul 6:26 pm

    hi, saya ennie. saya orang Alor asli… buat teman-teman yang takut ke Alor, kayaknya ga segitu parah deh orang Alor di mata kalian. biasalah… tak kenal maka tak sayang… gini aja prinsipnya, selama kita baek dan menghargai orang lain, kita juga bakal dihargai oleh orang laen, so ga perlu lah berpikir se”jahat” itu… lagian kalo kita uda dibekali iman yang kuat, Insya Allah ilmu-ilmu yang “nyeremin” itu jauh dari kita… Orang Alor emang kalo ngomong kenceng, tapi bukan berarti dia marah… emang uda dari sononya gitu… dimaklumi aja…

    kalo informasi, how to get there, by plane n ship bisa dari Kupang. kalo seingatku sih uda ada juga TransNusa dari Surabaya lanjut ke Alor… so guyz you can choose one of them…tergantung dompet aja! mo cepet n ada doku lebih by plane, tapi yang murah tapi butuh semalam buat nyampenya, its ok by ship or ferry. don’t worry, you can get bonus in your travelling by ship “pemandangan pagi hari di laut Alor” itu hal pertama paling indah yang bakal lu semua dapetin.. yah semacam welcome package gitu deh…

    buat teman-teman muslim, don’t be afraid to be being there coz disana banyak kaum muslim, sampe di pelosokpun ada masjid koq. disana Ada AlQuran dari kulit kayu berumur ratusan tahun yang masih bisa dibaca sampe sekarang. semoga aja lu beruntung bisa dapet kesempatan itu.

    kalo ngomong pantai, kita ga kalah koq sama Bali n Lombok cuma kurangnya kita di fasilitasnya aja, so you just can spend your time there naturally on the beach while drinking the coconut’s water… kalo mo makan ikan yang banyak, jangan khawatir! Meski dompet tipis, tapi lu bisa dapat ikan seember… kalo udah gitu selanjutnya terserah anda…

    so, kalo mo kesana prepare yourself mulai dari sekarang terutama urusan dompet! See Ya!

  31. 33 Stephani Mabilaka 29 Maret 2008 pukul 12:41 pm

    Buat loe” pada yang merasa pmuda – pmudi aLor atau pranakan alor, Hari minggu tgl 30 maret 2008 datang yaaaa ke Gereja Gloria yang ada di dlm Buperta Cibubur .
    Karena kita mau ngadain Paskah pmuda/i alor …
    jamnya : 09.00 WIB .
    Wajib datang …
    acaranya dijamin seru banget deh …

    ^ Stephani ^

  32. 34 gustaf nenu (mama marga Blegur) 16 April 2008 pukul 3:11 pm

    g sebagai orang alor asli (coz bokap n nyokap g keturunan asli pantar barat) merasa bangga sekali dengan alor pokok e lo ga bakalan nyesel deh dateng ke sana. pokoknya di jamin lo ga bakal puas hanya pergi ke sana

  33. 35 Fanny Mabilaka 14 Mei 2008 pukul 5:15 pm

    alooowww …
    guw cuma mw titip salam aja buat saudara” guw yang adaa di aloR ..
    > Bapa besar Hotmi Bukang & Kel …
    > Bapa besar Christian Brigmar & Kel …
    > Om Adrianus Unang …
    > Bapa besar Ulis Duka & Kel …
    > Opa Manase Mabilaka & Kel …
    > Om Ermi Duka …
    > Tante Nur Manikita & Kel … serta teman” tari …
    dan semua Keluarga yang ada disanaaa …
    Kalau main ke Jakarta , jangan lupa main ke rumah Mama Mabilaka ( Manggarai ) yaaaaa ….

  34. 36 Lomar Dasika 30 Mei 2008 pukul 4:57 pm

    Wihhhhhh….kerennnnn……Mas Alle Bikin ngiri aja nich ^^. Jujur, udah lama banged saya cinta sama NTT. pengen liat pohon lontar di habitat aslinya…hehehe. berhubung dananya terbatas jadi saya bagi2 deh tujuannya…maaf jadinya NTT belum kesampaian (musti spend more money nech…)….tapi saya percaya, someday, saya akan sampai ke NTT koq, jelajah Flores, Alor, Lomblen. Nyebrang ke Sumba, trus lanjut Timor dan Rote (Mau foto foto Pohon Lontar yang cantik ^^)

    anyway, bahasannya oke banget punya nich! jadi tambah semangat pengen kesana! Mas Alle dalam rangka apa nich kesananya? duh, *ngarep ada yang ngasih tiket tiba2*…nabung dech biar bisa kesana…

    Alor, Here I Come…..=D

  35. 37 puling 4 Juni 2008 pukul 12:55 pm

    huuuh… desember 2007 liburan ke tamalabang mau mancing ikan sepuasnya malah banyak nyelesain masalah jadi liburan tidak bisa dinikmati … cape deh …!!!…. alor selalu dalam hati ku !!!!.. weekkkk .. bebek ….!!!

    orang alor harus maju yah !!.. jangan yang nakalnya doank, suka ribut sana sini … !!!. oke !!!…

  36. 38 Pippo 2 Juli 2008 pukul 3:36 pm

    makax kalau penelitian dsbgx jgn ke apui dll yg hrz menggunakan panzer tp ke pulau pura,pntr dll yg dkt dgn laun sy jg asli alor makax tau.

  37. 39 Zainal 7 Agustus 2008 pukul 11:14 pm

    alor nusa kenari nun jauh disana

  38. 40 Debora Cornelia Oiladang 6 September 2008 pukul 7:52 pm

    Saya, keturunan Alor . Fam Papa saya OILADANG dari Kalabahi.
    Mama saya dari Surabaya.
    Saya lahir di Nganjuk. Besar di Semarang. Lokasi saya sekarang di Batam. Tapi saya belom pernah sama sekali ke Alor.
    Saya pernah ke Pulau Komodo , Pulau Rinca , Desert Island dan Labuan Bajo – Flores.

    Ternyata , kampung halaman papa saya sangat indah.
    Saya ingin kesana , hadiah honey moon saja mungkin .. :)

    Terimakasih untuk tulisan tentang ALOR ..
    Semua orang asing yang saya temui di kantor dimana saya bekerja , selalu bilang kalau ALOR has got the most beautiful beach & sea in Indonesia.

  39. 41 fran famani 7 September 2008 pukul 1:58 pm

    iiii,,,alle beta pu bapa juga dari alor ee..lama betul beta sonde pulang,,thn 83 beta pi sana,,jadi so lama mati punya,,semoga pulau alor makin indah,,aman,,makmur,,,hidup alor!

  40. 42 samuel boling 10 September 2008 pukul 6:17 pm

    salam buat masyarakat alor dijakarta…kita semua bersaudara jadi kita semua harus rukun…n_…buat bapak boling dan mama adol semoga diberkati tuhan yesus..amin.alor the best!!!!!!!!!!!

  41. 43 samuel boling 10 September 2008 pukul 6:20 pm

    fanny…kl online disini…call aku ya..samuel anak oma adol

  42. 44 samuel boling 10 September 2008 pukul 6:21 pm

    ini no.hpnya,085693703413 ok ……..

  43. 45 samuel boling 10 September 2008 pukul 6:41 pm

    sabda alam menyerukan…bahwa alam indonesia itu penuh dengan beragam macam keindahan dan kesucian,namun dimanakah bisa kita dapatkan semua itu?????alor,pulau kecil namun menyimpan segala macam keindahan dan karunia atas segala macam keindahan aku putra alor dan aku mengakui semua karunia itu.THANKS FOR GOD yang telah membuat tanah kelahiranku indah dan dikagumi banyak orang.hanya ada satu yang kurang,peran penting pemerintah pusat dalam memperhatikan kekayaan pulau di indonesia seperti alor.sadarlah wahai pemerintah…perhatikan rakyatmu ditempat2 terpencil.ttd;SAMUEL BOLING

  44. 46 mahatmanto 11 September 2008 pukul 10:03 am

    saya barusan pulang dari alor. tidak sampai seminggu di sana, cuma lima hari.
    tepatnya dari desa takpala, untuk belajar arsitektur tradisional di situ, karena desa ini belum banyak dikenal oleh para peneliti arsitektur.
    masyarakat dengan jumlah bahasa yang sedemikian banyak ini memang membuat bahasa indonesia jadi sangat berarti sebagai bahasa pemersatu.
    saya setuju hal itu. itulah yang memudahkan saya berkomunikasi dengan berbagai sub etnik alor di sana.
    selain, mengunyah sirih-pinang dan minum sopi!
    he..he..
    saya merasa senang berada di tengah-tengah mereka!
    salam hangat, ‘tahit anamang!’

  45. 47 Alorina 4 Oktober 2008 pukul 10:30 am

    sebenarnya masih banyak alam alor yg belum terexpose alam bawa laut, alor kecil dan marataing, makan ikan bakar plus jagung bose di pantai maimol dan maih banyak tempat2 indah, seharusnya pemda dan swasta dapat mengadakan kerja sama dalam membangun alor dimasa depan yang lebih indah dan cerah lagi.Salam buat Bung Ans Takalapeta dan teman2 di Kab. Alor, maju terus promo pariwisata Alor dengan segala kekayaan alamanya.salam dari bumi lancang kuning, Riau.

    • 48 hidayat 11 Juni 2009 pukul 2:54 pm

      salam kenal alorina.
      klo boleh tau , alornya mana n di man sekarang.

      REGARDS
      HIDAYAT KAY
      Email/YM:hidayat@gns-logistics.com;dayatkay@yahoo.com
      FB : HIDAYAT KAY.
      Phn:021-44820515-ext 107
      mobile: 081385628171

  46. 49 Samuel gidion namang boling 7 Oktober 2008 pukul 10:37 am

    Alor dan alamnya indah menawan.Btw kayanya situs ini jarang ada yg buk

  47. 50 Omi La'a 9 Oktober 2008 pukul 10:35 am

    Saya adalah keturunan asli Alor.
    Papa saya asli Hombol Kalabahi sedang Mama saya
    dari Otvai.Saya lahir,besar dan hidup di Denpasar – Bali
    Sampai hari ini hanya saya saja yang belum sempat berkujung
    ke Alor.Ke tiga adik saya sudah sering ‘MUDIK’ ke Alor.
    Dari cerita mereka ,sungguh membuat hati dan pikiran saya
    semakin menggebu untuk segera beranjang sana ke ‘ARABAH’
    (’Kampung’= bahasa daerah ).Karena kesibukan ,dan waktu yang membuat saya sulit untuk bisa meluangkan waktu agar bisa mengunjungi Alor .
    Kerinduan untuk bertemu sodara, kakak,Om, Tante, Nenek, Ba’i,ponakan2 dong semakin bertambah tatkala ,cerita2 tentang Alor terdengar di telinga.

    Terima kasih buat ‘kaka dorang’
    yang sudah memuat tulisan tentang Alor

    Alor memang INDAH…

  48. 52 alorisa 24 Oktober 2008 pukul 9:24 am

    alor…..

    I miss u…..

    kPan y kbsa kalor lage….
    I miss u very much….
    tnaH kelairan Quw….

    ALOR MEMANG INDAH

  49. 53 pelecobain 13 Januari 2009 pukul 11:55 pm

    alor memang indah …..damai,,,,,dan tentram…..coz gue asli orang alor bro

  50. 54 datamsb 19 Januari 2009 pukul 10:24 am

    Emmh, saya juga pernah ke Alor walaupun cuma 3 hari, waktu ada kerjaan masang VSAT untuk polres kalabahi, sekitar tahun 2004. yang saya ingat memang daerahnya indah bgt , saya dari kupang naik pesawat kecil yang isi 20 penumpang, karena takut sama laut hehehe.

    Dari bandara alor ke kota kalabahi kita di sambut sama pantai dan barisan pohon nyiur.

    orang sana memang umumnya baik2, ramah…

  51. 55 uth3 28 Januari 2009 pukul 7:42 pm

    kmren wktu gw jlan-jlan ke Alor trxta Alor kren jga lho cma di Alor pnas bnget………..yg pling kren tuch pmndngan pantaiX…proficiat dh bwt kmu………

  52. 56 alorisa 4 Februari 2009 pukul 8:53 am

    aQ kangen ma pulau alor

    kpan Q kembali ktanah klairan Q lagi y….

  53. 57 fanny gabriel 6 Februari 2009 pukul 6:20 pm

    i think about alor ..

    ” IT’S PERFECT “

  54. 58 alorisa 13 Maret 2009 pukul 11:08 am

    ALOR INDAH BANGET….

    Quw, lahir n’ tinggal di sana slama 11 tahun…

    Keadaan alor skarang gimana yah…????
    khusunya ditempat tinggal quw “kadelang”.

    gimana perkembangan kota kalabahi….
    maybe stadionnya, taman dekat stadion, pelabuhan dll…

  55. 59 samuel 29 Maret 2009 pukul 11:57 am

    fanny call me ok

  56. 60 samuel boling 29 Maret 2009 pukul 12:02 pm

    fani,kemarin waktu kumpul ditmpt manggarai knp gak ngasih no.hp ke gw?wktu ada acara 40 hari opa boling?kayanya situs alor ni jarang ada yang buka tuh…knp?

    THINK ABOUT ALOR….POSITIF AND NATURALIES

    FAN,DONT MISS IT … CALL ME .. AND I CALL YOU BACK

  57. 61 Belty 18 April 2009 pukul 10:40 am

    Aq kangen banget sma ALOR . . Tahun 2007 kemarin sempat pulang seh . . , tapi gak bisa lama – lama disana.Waktu 2 minggu rasanya belum cukup untuk ngobatin rindu ku sama teman-teman n keluarga ku disana. Buat Alorisa salam kenal yach buat kamu . .

  58. 62 Erlyn Mowata 5 Juni 2009 pukul 7:30 pm

    Haiiiiii semuanya….
    Lam kenal yach…
    saya juga anak Alor tapi baru beberapa kali ke Alor.
    Kalau mau bicara tentang Alor ga’ bakalan habis-habisnya. Pokoknya Keren banget.

  59. 63 hidayat 11 Juni 2009 pukul 2:42 pm

    alor di kenal dengan panorama alam yg sangat indah.
    terutama dalam lautnya.lebih lengkapnya tentang alor,silahkan lihat di FB saya “hidayat kay”or di page saya kampung academia NTT.

    my regards
    hidayat kay

  60. 64 hidayat 11 Juni 2009 pukul 2:45 pm

    salam kenal tuk semua teman2 dari alor.
    saya hidayat putra alor yg merantau di jakarta.

    sudah 11 thn di jakarta n udah 2x pulang ke alor.
    emang alor is the best.
    regards

  61. 65 Yahya Djahatela 17 Juni 2009 pukul 3:10 pm

    Alor memang indah. saat ini pembangunan di Alor sangat luar biasa. I Love U Alor. TUHAN memberkati


Tinggalkan Balasan




Prakata

hanya sekedar tumpukan kertas buram lainnya,.. welcome!

Arsip Tulisan

Tweeter

  • Gejala pilek mulai menyerang.. Oleh2 virus dari orang bandung. Sial! 13 hours ago
  • Siang2 malah karaoke bareng AK chapter Jogja :-)) 20 hours ago
  • Crap! giliran udah nyiapin token pin, harga tiket malah naek hari ini. Nyesel gak booking dari kemaren2 :( 1 day ago
  • Listening Broery Pesulima ~ Angin Malam 3 days ago
  • keren mana, Aviliani atau Pratikno? :-)) 3 days ago

Unjuk Gigi