Dukungan Kami Buat KPK

2 November 2009 alle 26 komentar

baju_hitamBanyak gerakan untuk mendukung pembebasan kedua pimpinan KPK, Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah. Dukungan moral dari netters dapat melalui petisi, hastag twitter (#dukungKPK), maupun aksi nyata berpakaian hitam. Hari ini saya dan kedua teman mengenakan pakaian hitam, selain sebagai bentuk simbolis belasungkawa kami terhadap penegakan keadilan juga karena kami pingin ngelayat. Tapi yaah, semoga saja background fotonya pas :lol:

Lima Tahun Menjadi Pelanggan XL

20 Oktober 2009 alle 13 komentar

xlSaya mengenal XL sejak mengusung produk XL Bening, kartu GSM modis berbungkus tabung transparan dengan imagi ekslusif bagi yang memakainya.  Tapi saya baru menggunakan XL semenjak  launching kartu Jempol, kartu murah bagi yang suka SMS. Memperoleh kartu perdana Jempol juga dengan penuh perjuangan karena peminatnya membeludak. Tercatat kartu jempol adalah yang paling murah tarifnya saat itu dengan bonus SMS berlimpah.

Tiga tahun lalu saya menjadi pelanggan pasca bayar Xplor karena tidak sengaja terjebak teman yang mengikuti program MGM (Member Get Member). Kalau ditotal sekitar 5 tahun saya menjadi pelanggan setia XL. Belum cukup lama memang, tapi saya merasakan adanya perubahan-perubahan untuk memuaskan pelanggan.

Saat ini banyak sekali program-program yang memanjakan pelanggan XL, terutama kelas menengah XL Bebas. Tarif hemat dengan menggunakan Paket Nelpon, Paket SMS, Paket Internet atau Paket Blackberry dari akses *500# sangat membantu disaat-saat krisis pulsa. Misalnya paket 500 SMS untuk seminggu cuma membayar 5rb di awal. Atau paket internet yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Bicara mengenai layanan internet XL, saya memiliki pengalaman unik menggunakannya.  Sinyal 3.5G di daerah Jogja sulit saya dapat, tetapi ketika mudik ke Bandar Lampung gadget saya dengan mudah mendeteksinya. Akses lancar di mana-mana, sehingga memudahkan berkomunikasi di dunia maya, walau tidak berhadapan dengan komputer.

pic_sp_xl gb

Memang dibandingkan dari provider GSM lain, tarif internet agak sedikit mahal. Tapi mahal tersebut terbayar dengan kenyamanan akses yang stabil dan lancarnya lalu lintas data. Saya biasa menggunakan paket internet kuota 130MB untuk HP symbian. Dengan tarif 50rb per bulan sudah sangat mencukupi kebutuhan saya untuk akses email, chatting, blogging, dan microblogging melalui HP. Kelebihan kuota akan dikenakan biaya Rp. 3/KB.

Sebenarnya ada juga paket Internet Unlimited dari XL. Tapi hanya kota-kota tertentu yang baru bisa merasakannya. Dijual dengan harga 150rb mendapat internet unlimited dengan kecepatan hingga 256 kbps. Lebih hemat daripada paket internet standar.

Saya mengenal XL sejak mengusung produk XL Bening, kartu GSM modis berbungkus tabung transparan dengan imagi ekslusif bagi yang memakainya.  Tapi saya baru menggunakan XL semenjak  launching kartu Jempol, kartu murah bagi yang suka SMS. Memperoleh kartu perdana Jempol juga dengan penuh perjuangan karena peminatnya membeludak. Tercatat kartu jempol adalah yang paling murah tarifnya saat itu dengan bonus SMS berlimpah.
Tiga tahun lalu saya menjadi pelanggan pasca bayar Xplor karena tidak sengaja terjebak teman yang mengikuti program MGM (Member Get Member) XL. 3 reverensi dapat 1 poloshirt, kalau tidak salah. :D Kira-kira sudah 5 tahun saya menjadi pelanggan setia XL. Belum cukup lama memang, tapi saya merasakan adanya perubahan-perubahan untuk memuaskan pelanggan.
Saat ini banyak sekali program-program yang memanjakan pelanggan XL, terutama kelas menengah XL Bebas. Tarif hemat dengan menggunakan Paket Nelpon, Paket SMS, Paket Internet atau Paket Blackberry dari akses *500# sangat membantu disaat-saat krisis pulsa.
Bicara mengenai layanan internet XL, saya memiliki pengalaman unik menggunakannya.  Sinyal 3.5G di daerah Jogja sulit saya dapat, tetapi ketika mudik ke Bandar Lampung gadget saya dengan mudah mendeteksinya. Akses lancar di mana-mana, sehingga memudahkan berkomunikasi di dunia maya, walau tidak berhadapan dengan komputer.
Memang dibandingkan dari provider GSM lain, tarif internet agak sedikit mahal. Tapi mahal tersebut terbayar dengan kenyamanan akses yang stabil dan lancarnya lalu lintas data. Saya biasa menggunakan paket internet kuota 130MB untuk HP symbian. Dengan tarif 50rb per bulan sudah sangat mencukupi kebutuhan saya untuk akses email, chatting, blogging, dan microblogging melalui HP. Kelebihan kuota akan dikenakan biaya Rp. 3/KB.
Sebenarnya ada juga paket Internet Unlimited dari XL. Tapi hanya kota-kota tertentu yang baru bisa merasakannya. Dijual dengan harga 150rb mendapat internet unlimited dengan kecepatan hingga 256 kbps. Lebih hemat daripada paket internet standar.
Beberapa hal yang mengganggu dari XL adalah SMS spamming yang terkadang muncul sehari bisa 3 SMS diterima. Juga perubahan program yang ditawarkan XL yang amat variatif dengan waktu yang singkat, tentu sangat membingungkan bagi saya dengan daya ingat terbatas :P
Tulisan ini saya buat atas dasar penilai pribadi saya sebagai pelanggan setia XL untuk mengikuti kontes review internet XL

lomba-review-xl-berhadiah-modemBeberapa hal yang mengganggu dari XL adalah SMS spamming yang terkadang muncul sehari bisa 3 SMS diterima. Juga perubahan program yang ditawarkan XL yang amat variatif dengan waktu yang singkat, tentu sangat membingungkan bagi saya dengan daya ingat terbatas :P

Tulisan ini saya buat atas dasar penilai pribadi saya sebagai pelanggan setia XL serta sebagai syarat mengikuti lomba review XL. Jika Anda juga mempunyai pengalaman menggunakan XL, dapat menulis di blog masing-masing dan mengirimkan nama dan alamt lengkap serta alamat link review XL ke email pb09.jogja@gmail.com untuk berkesempatan memenangkan modem HSDPA ZTE 626. Semoga beruntung! :D

Categories: Intermezzo Tag:,

Cerita Hajatan Kamis Lalu

19 Oktober 2009 alle 13 komentar

terimakasihPesta kamis (15/10) kemarin usai sudah. 200 orang dengan kostum busana nusantara tumpah ruah di Jogja National Museum mulai pukul 18.30. Disambut dimas-diajeng Jogja, tersenyum di karpet merah, kemudian mengabadikan diri di bentangan poster putih.

Pelataran pesta memang sengaja dibuat terbuka, cuma ada panggung di depan sana dan sekelilingnya dikerubuti meja-meja pameran. Ada pameran foto sisi lain kehidupan Jogja di bagian belakang, pameran kopi nusantara dan jajanan tradisional di sisi kiri serta pameran batik dan pojok membatik live di sisi kanan. Tidak ada kursi meja di tengah ruang pesta. Semua diminta berdiri saja biar cair suasana.

Dibuka dengan atraksi gejok lesung, seremonial sambutan-sambutan lalu pertunjukan kesenian. Di atas panggung berganti pertunjukan Tari Gambyong (Jawa Tengah), Tari Cendrawasih (Bali), dan diselingi presentasi untuk mengajak kawan bloger peduli lingkungan: akudanpohonku.com

mbatikPesta semakin meriah dengan tampilnya kawan-kawan dari Adonara – NTT membawakan tari Hedung, tari perang Adonara.  Teriakan-terikan dari penari, juga dengung gong memaksa penonton khidmat menyaksikannya. Agak sedikit menyeramkan memang, karena tari perang ini menggunakan parang asli yang setiap saat – kalau silap – bisa menebas apa saja.

Tabuhan rebana membahana dari atas panggung, tepukan ke pundak dan paha semakin kuat terdengar. Kawan-kawan dari Asrama Mahasiswa Aceh menampilkan Tari Saman, tari dari Gayo yang cukup populer karena rumitnya gerakan dan dakwah yang didendangkan pada lagunya. Takjub, bahkan sebagian yang menonton berdecak kagum atas kekompakan para penari.

Tari Saman

Tari Saman; foto oleh Suprie

Acara hampir usai jam 22.00 kamis itu. Tapi, kumpul bareng tidak sah kalau tidak ada foto bareng. Semua peserta naik ke atas panggung, jepret sana-sini sampai bingung mengerlingkan mata ke kamera mana. Selepas sesi pemotretan, agar lebih guyub dihadirkan tarian Dolo-Dolo khas NTT. Merentangkan tangan, membentuk lingkaran dan setapak dua melangkahkan kaki ke kanan dan depan. Sangat mudah dan tidak banyak macam, namun sangat mengakrabkan malam itu.

Rasanya puas, dan bangga menjadi tuan rumah hajatan besar bagi blogger Jogja dan sekitarnya. Senyum merekah tersungging di wajah tamu-tamu saat melepas mereka pulang. Banyak salah dan kekurangan sana-sini mohon dimaafkan. juga menerima masukkan untuk menjadi lebih baik lagi :D

Sampai jumpa di pesta jakarta. Salam blogger!

Categories: Jogja Tag:

Pesta Blogger 2009 chapter Jogja

8 Oktober 2009 alle 9 komentar

pesta-blogger-2009-jogja-03

Beruntungnya tinggal di daerah Jogja dan sekitarnya, karena mendapatkan kesempatan untuk bisa mengikuti acara mini pesta blogger 2009. Jadi gak perlu jauh-jauh ke Jakarta untuk bisa berkumpul sesama blogger dan menikmati atmosfer blogger yang bersahabat :P *eh tapi klo mau ke Jakarta juga lebih baik dink

Bagaimana bagi yang belum pernah ngeblog atau merasa dirinya blogger abal-abal? Bisa belajar dengan ahlinya di acara blogshop pada Kamis pagi 15 Oktober di Labkom PPTIK UGM. Dan malamnya barulah diadakan gathering pesta blogger di Jogja National Museum (Gedung ISI Lama). Semua boleh ikut. Semua boleh berpesta. Gak perlu malu bagi yang belum pernah kopdar. Dan gak perlu ragu bagi yang berkantok tipis, karena semua acara gratis.

Di acara ini juga bakal hadir blogger-blogger senior, seleb-seleb blog, komunitas-komunitas dan aktivis ranah maya. Banyak kejutan menanti kamu semua. Jadi daftar segera karena tempat terbatas. Pendaftaran ditutup pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2009.

Hubungi Alan 0274.923.9499 atau Vyan 0878.3991.7779 (no SMS) dan email pb09.jogja@gmail.com dengan menuliskan subject: Blogshop atau Gathering dan isi pendaftaran: nama, alamat, alamat blog, no telp, pekerjaan.

Oh ya,. nanti malam jam 10 dengarkan juga obrolan seputar Pesta Blogger 2009 chapter Jogja di radio Geronimo106.1 FM wilayah Jogja atau melalui Jogjastremers.

Mari berpesta!

Categories: Jogja

Masih Percaya Sama Polisi?

1 Oktober 2009 alle 15 komentar

calo

Pengalaman memperpanjang SIM senin lalu di kampung halaman, mengubah pandangan saya yang sebelumnya berfikir `polisi sahabat masyarakat` menjadi `polisi penipu masyarakat`. Berlebihan? Memang! tapi biarlah..

Masa berlaku SIM C saya berakhir pada awal tahun 2009. Belum sempat saya urus karena belum bisa mudik ke kampung. Sebelumnya saya sudah mencari informasi untuk perpanjangan SIM di kota tempat saya nge-kos. Dari penjelasan petugas, SIM dapat diurus untuk izin perpanjangan sampai setelah 1 tahun masa berakhir. Dan SIM tidak dapat diperpanjang di kota yang bukan mengelurakan SIM sebelumnya.

Pagi-pagi saya sudah di Poltabes bagian SIM untuk mendaftar izin perpanjangan. Oleh petugas diberikan persyaratan perpanjangan SIM yaitu: fotokopi SIM lama, foto kopi KTP, dan surat keterangan sehat dari klinik Poltabes. Selembar surat keterangan berbadan sehat didapat dengan harga  Rp. 10.000. Petugas cuma bertanya `mana KTP nya?` dan `berapa tinggi dan berat anda?`. Tidak ada kontak fisik petugas klinik dengan tubuh saya.

Saya kembali ke loket pendaftaran. Mengulangi maksud kedatangan saya. Setelah cukup mengerti kalau saya ingin memperpanjang SIM, petugas menyarankan saya untuk memperpanjang saja di Pelayanan (Mobil) SIM Keliling dengan alasan di sana tidak ada ujian (mengemudi dan tes tulis) sedangkan di kantor Poltabes ada ujian. Cukup heran kenapa bisa beda, lagipula saya kan pingin memperpanjang SIM bukan mengajukan permohonan pembuatan SIM. Tapi jawab petugas memang demikian prosedurnya. Kalau gagal ujian tulis SIM maka akan diadakan ujian ulang SIM 15 hari berikutnya. Kalau gagal juga, akan mengikuti ujian 30 hari dari ujian ulang sebelumnya. OK, skip untuk ujian SIM tersebut karena saya tidak akan lama-lama di kampung. Lokasi SIM Keliling di mana? Berpindah-pindah jawab petugas. Makin bingung dan bikin putus harapan.. Beruntunglah saya, ketika akan pulang dengan tangan kosong melihat Mobil SIM Keliling akan diberangkatkan jadi saya sudah tau lokasi mangkalnya di mana hari itu.

Di lokasi Mobil SIM Keliling saya diminta mengisi formulir dan mengunggu antrian masuk mobil. Giliran saya datang, setelah saya diproses petugas bilang biaya perpanjangan SIM Rp. 75.000 dan karena SIM saya mati sudah 6 bulan saya dikenakan denda sebesar Rp. 30.000.  Tidak ada biaya administrasi, tapi dengan tidak malunya petugas bilang tolong berikan uang seikhlasnya.

Saya beradu pendapat, karena setau saya perpanjangan SIM bisa saja sampai masa 1 tahun, bukan 6 bulan. Petugas menanggapi bahwa peraturan di daerah (kampung saya) memang 6 bulan. Uang Rp. 30.000 akan digunakan untuk membantu saya, mengisi formulir tes ujian mengemudi dan juga sebagai denda keterlambatan mengurus SIM. Jadi berapa biaya seluruhnya yang harus saya keluarkan? Petugas bersikukuh Rp. 75.000 + Rp. 30.000 + biaya administrasi seikhlasnya.

Pusing! saya kepepet, besoknya saya mesti kembali ke kota tempat saya nge-kos. Tawar-menawarpun kembali terjadi, dan akhirnya disepakati Rp. 110.000. Sampai rumah saya baru sadar, mengingat-ingat di Poltabes ada tulisan besar-besar tarif perpanjangan SIM Rp. 60.000 dan untuk pembuatan SIM baru Rp. 75.000. Spontan saya banting SIM seharga Rp. 110.000 itu, karena merasa tertipu dan foto saya juga jelek di situ!

*tolong hitung berapa kejadian saya-kena-tipu :(

Categories: Intermezzo